16 February 2013

JOB - LOWONGAN KERJA MEDAN

Lowongan Kerja tamatan Sarjana Teknik di PT Musim Mas Januari 2013

 

Musim Mas Group

PT. Musim Mas sebuah perusahaan swasta nasional yang sedang berkembang pesat bergerak dibidang kelapa sawit dengan lokasi perkebunan dan pabrik yang tersebar diwilayah Sumatera dan Kalimantan, membutuhkan segera tenaga kerja untuk posisi:
Assistant Trainee
Dengan persyaratan sebagai berikut:
- Tamatan S1 Teknik (Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Kimia) dengan IPK 2,5
- Pria usia maksimal 30 tahun
- Bersedia mengikuti training dan ditempatkan diseluruh wilayah operasional perusahaan (Sumatera dan Kalimantan)
- Menyukai tantangan dan mampu bekerja dibawah tekanan
Bagi anda yang berminat, segera kirimkan Surat Lamaran Lengkap, Fotocopy Ijazah/SKTL, Transkrip Nilai, KTP dan pasphoto terbaru ukuran 3×4 (1 lembar) ke:
jerry.lin@musimmas.com or debby.isabella@musimmas.com

 

JOB - LOWONGAN KERJA MEDAN


Lowongan Kerja Pertamina lulusan Sarjana dan D3 Fresh Graduate Tahun 2013

 

Rekrutmen PT Pertamina untuk Fresh Graduate lulusan Sarjana (S1) dan Diploma 3 (DIII)
1. Bimbingan Profesi Sarjana (S1) 2013
- Mengikuti program pendidikan yang komprehensif di dalam Bimbingan Profesi Sarjana (BPS) dimana akan terdapat kombinasi pendidikan dalam kelas & OJT (Program On Job Training)
- Mempelajari dimana kegiatan proses bisnis perusahaan secara menyeluruh, melakukan observasi dan analisa terhadap kondisi lapangan

- Jurusan S1: Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen SDM, Hukum, Akuntansi, Psikologi, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Sipil (Konstruksi), Teknik Elektro (Arus Kuat/Listrik), Teknik Elektro (Arus Lemah/Instrumen), Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Perminyakan, Teknik Lingkungan, T. Material
- IPK min 3.0
- Berijazah S1/ dari perguruan tinggi berakreditasi (min B)
- Usia Max. 27 tahun pada tahun 2013
- Sehat Jasmani & Rohani
- English Score dari Lembaga Terpercaya TOEFL: PBT (450)/ IBT (45) /IELTS 5.5 /TOEIC 500
- Salinan Surat bebas NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)
- Salinan SKCK
- Aktif berorganisasi & Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah operasi PT. PERTAMINA (PERSERO)
Lokasi Test:
- Medan
- Palembang
- Jakarta
- Bandung
- Yogyakarta
- Surabaya
- Balikpapan
- Makassar
- Jayapura
2. Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - MEDAN
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - PALEMBANG
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - JAKARTA
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - BANDUNG
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - YOGYAKARTA
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - BALIKPAPAN
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - MAKASSAR
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - SURABAYA
Bimbingan Praktis Ahli (BPA-D3) 2013 - JAYAPURA
Kualifikasi:
- IPK min 2.75
- Berijazah Diploma 3/ D3 dari perguruan tinggi terakreditasi (Min. B)
- Usia Max. 25 tahun pada tahun 2013
- Sehat Jasmani & Rohani
- Min. English Score: TOEFL: PBT (350)/ IBT (30) /IELTS 4.5/TOEIC (350)
- Salinan Surat bebas NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)
- Salinan SKCK (Surat Keterangan Cakap Kelakuan)
- Aktif berorganisasi dan Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah operasi PT. PERTAMINA (PERSERO)
Jurusan:
- Akuntansi
- Teknik Mesin
- Teknik Sipil
- Teknik Elektro
- Teknik Kimia
- Statistik
- Kimia Analis
- Manajemen Pemasaran
- Teknik Lingkungan
- Hukum
- Sekretaris

dari tanggal 26/01/2013 sampai 28/02/2013
silahkan buka website pertamina untuk lebih jelasnya

 

JOB - LOWONGAN KERJA MEDAN

Lowongan Kerja Hotel di Medan Februari 2013 Karibia Boutique Hotel

 

Karibia Boutique Hotel Medan
Job Vacancies Feb 2013
Karibia Boutique Hotel, the 1st Boutigue Hotel in Medan, is currently seeking potential candidates for positions listed below.
1. Duty Manager
2. Sales Executive
3. Sales Admin
4. Account Receivable Officer
5. Restaurant Supervisor
6. Waiter / Waitress
7. Cook Helper

Requirements:
Male/Female, max 30 years old
Candidate must possess at least Hotel Diploma or other relevant qualification
1 – 2 years experienced in the related field requirement for the position
Having a good communication in English
Strong Leadership (No. 1,5)
Young, Active, discipline and fast learner
Should you meet the requirements stated above, please send your full resume via e-mail or write-in by 31st March 2013 to:
HR Department
Karibia Boutique Hotel
Jl. Timor Blok J No. I-IV
Kompleks Center Point
E-mail : recruitment@karibiaboutiquehotel.com
*We sincerely regret that only shortlisted candidates will be contacted for further selection process.

 

JOB VACATION - LOWONGAN KERJA

Lowongan Kerja Staff Teller Bank BTN daerah Jabodetabek bulan Februari 2013

PENERIMAAN TENAGA TELLER STAFF
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk
WILAYAH JABODETABEK
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membuka kesempatan bagi anda yang berpenampilan menarik, memiliki semangat untuk berprestasi, ramah, jujur, ulet, teliti dan inovatif serta mampu berkomunikasi dengan baik untuk mengisi posisi :
TELLER STAFF (TL)
1.     KUALIFIKASI :
·      WNI, Pria / Wanita, belum menikah ;
·      Berpenampilan menarik ;
·      Pendidikan minimal D1, IPK Min. 2.75 (skala 4.00) ;
·      Usia maksimum 25 tahun per tgl. 28 Februari 2013 ;
·      Tinggi Badan (TB) : Tinggi badan : Laki-laki min. 160 cm dan Perempuan min. 155 cm; Berat Badan (BB) proporsional.
2.     TATA CARA PENDAFTARAN :
Berkas Pendaftaran :
Surat lamaran diketik atau ditulis tangan dengan tinta hitam dan dibubuhkan tandatangan pelamar, ditujukan Kepada :
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
u.p. Panitia Penerimaan Calon Pegawai Tahun 2013
Surat lamaran disertai dengan dokumen sebagai berikut :
·      Pasfoto berwarna terbaru ukuran 4×6, sebanyak 1 (satu) lembar ;
·      Foto seluruh badan berwarna terbaru ukuran postcard dengan pakaian sopan dan rapi sebanyak 1 (satu) lembar ;
·      Foto copy KTP yang masih berlaku ;
·      Foto copy ijazah pendidikan terakhir yang dilegalisir oleh yang berwenang;
·      Asli daftar riwayat hidup
Pengiriman Berkas Lamaran :
·      Jadwal penyampaian berkas lamaran sekaligus Seleksi Administrasi untuk posisi Teller Staff adalah tanggal 13 s.d. 24 Februari 2013 pada pukul 09.00 s.d 16.00 wib
·      Berkas lamaran dimasukkan dalam amplop berwarna cokelat dengan membubuhkan kode lamaran pada amplop sebelah kiri atas (Teller Staff / TL).
·      Berkas Lamaran diantar langsung oleh pelamar ke :
-      Wilayah Jabodetabek :
Pusdiklat Bank BTN
Jl. KH. Mas Mansjur No. 86, Tanah Abang
Jakarta Pusat
INFORMASI LAIN :
a.     Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan dipanggil dan akan diikutsertakan dalam proses tahapan seleksi selanjutnya
b.     Proses seleksi menggunakan SISTEM GUGUR dan keputusan seleksi bersifat MUTLAK serta tidak dapat diganggu gugat.

 

contoh skripsi pendidikan teknik bangunan

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
    Pendidikan merupakan salah satu alat untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia selalu terus-menerus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan, walaupun hasilnya belum memenuhi harapan. Hal itu lebih terfokus lagi setelah diamanatkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk waktu serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (UU RI No. 20, Tahun 2003).
    Berdasarkan tujuan pendidikan nasional di atas, maka peran guru sangat penting  dalam misi pendidikan dan pembelajaran di sekolah selain bertanggung jawab untuk mengatur, mengarahkan dan menciptakan suasana kondusif yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan di atas.
    Dalam pendidikan nasional terdapat pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal didefenisikan sebagai berikut “pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi” (Suprijanto, 2005). Wujud nyata dari pendidikan formal adalah terlaksanakan proses pembelajaran di kelas, di mana arah dan sasaran yang akan dicapai sesuai dengan jenjang pendidikan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan pendidikan nasional.
   
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menguasai keterampilan tertentu untuk memasuki lapangan kerja, dunia industri dan sekaligus memberikan bekal untuk melanjutkan pendidikan  yang lebih tinggi. Menurut Rupert Evans (Tahun 2011) mendefinisikan SMK adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersipkan seseorang agar lebih mempu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan lainnya, hal ini dijabarkan dalam suatu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
    Sesuai dengan KTSP SMK (2006), SMK yang memiliki tujuan : 1) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetisi dalam program keahlian yang dipilih, 2) menyiapkan peserta didik agar mampu memiliki karir, ulet, dan gigih dalam kompetensi, beradaptasi dilingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya, 3) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan lebih tinggi, 4) membekali peserta didik dengan kompetisi-kompetisi yang sesuai dengan program keahliannya yang dipilih.
    Untuk mencapai hal tersebut, maka siswa SMK dituntut untuk lebih memahami dan menguasai setiap mata pelajaran yang diterima disekolah, karena setiap mata pelajaran saling mendukung dan saling mempengaruhi dalam peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta perkembangan sikap dan kepribadiannya sebagai hasil belajar.

    Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah proses pembelajaran. Berdasarkan observasi awal, dalam proses pembelajaran siswa kurang didorong berperan aktif dalam kegiatan proses pembelajaran. Proses pembelajaran di kelas diarahkan pada mendengarkan dan menyimak informasi yang disampaikan, hal ini menyebabkan sulit tercapai tujuan pembelajaran. Guru sebagai tenaga kerja pendidik mempunyai tujuan utama dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, yaitu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dapat menarik minat dan antusias siswa serta memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dengan baik, sebab dengan susana yang menyenangkan dapat mencapai prestasi belajar yang optimal. Dari prestasi inilah dapat dilihat bahwa keberhasilan siswa dalam memahami materi pelajaran.
    SMK N 1 Lubuk Pakam merupakan salah satu SMK yang memiliki Program Keahlian Gambar Bangunan, yang melaksanakan berbagai kegiatan belajar yang meliputi berbagai mata pelajaran keteknikan. Salah satu mata pelajaran program keahlian Gambar Bangunan adalah Menerapkan Dasar-Dasar Gambar Teknik (MDGT). Mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran utama yang sangat penting, hal ini disebabkan untuk menempuh mata pelajaran lainnya.
    Pembelajaran Menerapkan Dasar-Dasar Gambar Teknik pada kompetensi keahlian Gambar Bangunan banyak guru yang mengeluh akibat rendahnya kemampuan dan minat siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan pembelajaran. Hal ini terlihat dari banyaknya kesalahan siswa dalam memahami konsep pelajaran Menerapkan Dasar-Dasar Gambar Teknik sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa dalam mengerjakan soal baik dalam ulangan harian, ulangan semester, maupun ujian akhir sekolah, padahal dalam pelaksanaan proses pembelajaran guru memberikan tugas secara kontinu berupa latihan-latihan soal. Pelaksanaan latihan yang diberikan tidak sepenuhnya dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa.
    Hasil belajar yang meningkat merupakan salah satu indikator pencapaian tujuan pendidikan yang mana hal itu tidak terlepas dari motivasi siswa maupun kreativitas guru dalam menyajikan suatu materi pelajaran melalui berbagai model untuk dapat mencapai tujuan pengajaran secara maksimal.
    Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan terlihat bahwa nilai untuk mata pelajaran yang tertera dalam Daftar Kumpulan Nilai (DKN) pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Tahun Pelajaran 2011/2012 yaitu, bahwa dari 30 siswa yang memperoleh nilai <70 sebanyak 7 siswa, memperoleh nilai 70-79 sebanyak 15 siswa dan memperoleh nilai 80-89 sebanyak 8 siswa dan memperoleh nilai 90-100 tidak ada, dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang berlaku di sekolah SMK Negeri 1 Lubuk Pakam tersebut sebesar 70. Selengkapnya perolehan nilai rata-rata hasil belajar menerapkan dasar-dasar gambar teknik dapat dilihat pada tabel berikut:






BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Kerangka Teoritis
1.   Hakikat Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
    Saripuddin (dalam Abbas, 2000:10) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yeng sistematis dalam mengkoordinasikan pengalaman belajar untuk memcapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang dan para belajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar-mengajar. Sedangkan, Joyce dan Weil, M. (dalam Abbas, 2000:10) mendefinisikan model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam setting tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain.
    Arends (dalam Abbas, 2000:10) menyatakan bahwa model pembelajaran mengacu kepada pendekatan pembelajaran termasuk di dalamnya tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.
    Berdasarkan definisi di atas, model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengkoordinasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, yang berfungsi sebagai pedoman gurudalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengelola lingkungan pembelajaran dan mengelola kelas. Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran diperlukan perangkat pembelajaran yang dapat disusun dan dikembangkan oleh guru. Perangkat-perangkat itu meliputi buku guru, buku siswa, lembar tugas/kerja siswa, media bantu seperti komputer, transparansi, film, pedoman pelaksanaan pembelajaran, seperti kurikulum dan lain-lain.
    Menurut Arends (dalam Abbas, 2000:10) model pembelajaran terdiri dari model pembelajaran langsung (direct instruction), model pembelajaran kooperatif (cooperatif learning), model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), model pembelajran diskusi (discussion), model pembelajaran strategi (learning strategy).
    Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menolong siswa untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan pada era globalisasi saat ini. Problem Based Learning (PBL) dikembangkan untuk pertama kali oleh Prof. Howard Barrows sekitar tahun 1970-an dalam pembelajaran ilmu medis di McMaster University Canada (Amir, 2009). Model pembelajaran ini menyajikan suatu masalah yang nyata bagi siswa sebagai awal pembelajaran kemudian diselesaikan melalui penyelidikan dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
    Menurut Dewey (dalam Sudjana 2001: 19) belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis serta dicari pemecahannya dengan baik. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan ketrampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri (menurut Arends dalam Abbas,2000:12).
    Dari beberapa uraian pendapat diatas mengenai pengertian Problem Based Learning (PBL) dapat disimpulkan bahwa PBL merupakan model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata untuk memulai pembelajaran dan merupakan salah satu strategi pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa.
    Model ini bercirikan penggunaan masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu yang harus dipelajari siswa untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan berfikir kritis dan memecahkan masalah, serta mendapatkan pengetahuan konsep-konsep penting, di mana tugas guru harus memfokuskan diri untuk membantu siswa mencapai keterampilan mengarahkan diri. Pembelajaran berbasis masalah penggunaannya di dalam tingkat berfikir yang lebih tinggi, dalam situasi berorientasi pada masalah, termasuk bagaimana belajar.
    Dalam model pembelajaran berbasis masalah ini, guru berperan sebagai penyaji masalah, penanya, mengadakan dialog, membantu menemukan masalah dan pemberi fasilitas penelitian. Selain itu guru menyiapkan dukungan dan dorongan yang dapat meningkatkan pertumbuhan inkuiri dan intelektual siswa. Pembelajaran berbasis masalah hanya dapat terjadi jika guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang terbuka dan membimbing pertukaran gagasan. Pembelajaran berbasis masalah juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akivitas siswa, baik secara individual maupun secara kelompok. Pada model pembelajaran berbasis masalah guru berperan pemberi rangsangan, pembimbing kegiatan siswa dan penentu arah belajar siswa.

1.1.  Ciri-Ciri model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
    Menurut Arends (2001: 349), berbagai pengembangan berbasis masalah telah memberikan model pengajaran itu memiliki karakteristik sebagai barikut:
a)    Pengajuan pertanyaan atau masalah.
Bukannya mengorganisasikan di sekitar prinsip-prinsip atau keterampilan akademik tertentu, pembelajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan dan masalah yang dua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa. Mereka mengajukan situasi kehidupan nyata autentik, menghindari jawaban sederhana, dan memungkinkan adanya berbagai macam solusi untuk situasi itu.
b)    Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
Meskipun pengajaran berbasis masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu (IPA, Matematika, Ilmu-ilmu Sosial), masalah yang akan diselidiki telah yang dipilih benar-benar nyata agar dalam pemecahannya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran.
c)    Penyelidikan autentik
Pengajaran berbasis masalah siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis dan membuat ramalan, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi dan merumuskan kesimpulan. Metode penyelidikan yang digunakan bergantung pada masalah yang sedang dipelajari.
d)    Menghasilkan produk dan memamerkannya.
Pengajaran berbasis masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Produk itu dapat berupa transkip debat, laporan, model fisik, video atau program komputer. Karya nyata dan peragaan seperti yang akan dijelaskan kemudian, direncanakan oleh siswa untuk mendemonstrasikan kepada teman-temannya yang lain tentang apa yang mereka pelajari dan menyediakan suatu alternatif segar terhadap laporan tradisional atau makalah.
e)    Kolaborasi.
Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berfikir.



1.2.  Langkah-Langkah Pelaksanaan Problem Based Learning (PBL)   
    Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah pada tabel 2.1.








BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.  Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan pada mata pelajaran Dasar-Dasar Menggambar Teknik (MDGT) Tahun Pelajaran 2012/2013.

B.  Subjek Penelitian
    Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X semester 1 (satu) Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan Tahun Ajaran 2012/2013, yaitu sebanyak 1 kelas yang terdiri dari 30 orang.

C.  Partisipan
    Penelitian ini akan dibantu oleh guru mata pelajaran dasar-dasar menggambar teknik sebagai pelaku tindakan dan peneliti sendiri sebagai observer.

D.  Rancangan Penelitian
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan melalui dua siklus dan  masing-masing siklus terdiri dari empat tindakan yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini memiliki beberapa model, dalam hal ini peneliti menggunakan model yang digunakan oleh Arikunto (2008) sebagai berikut:







BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 1 Lubuk Pakam dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil dan aktifitas belajar Menggambar Teknik Dasar siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK N 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana dalam siklus pertama diselesaikan dengan 2 kali pertemuan dan siklus kedua diselesaikan dengan 2 kali pertemuan, dimana dalam satu siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan dan 4). Refleksi.
Tahap perencanaan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mendukung proses tindakan yang akan dilakukan dengan mempersiapkan perangkat-perangkat pembelajaran sebagai instrument dalam proses pembelajaran.
Setelah itu guru  akan menerapkan  metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) serta memberikan soal berbentuk pilihan berganda pada akhir tindakan. Selanjutnya dilakukan pengamatan (observation) dan evaluasi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran. Dari hasil evaluasi tersebut maka ditemukan masalah-masalah baru (reflection). Jika hasil belajar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum yaitu sebesar 70 dan aktivitas siswa belum meningkat 50 % dari jumlah siswa maka siklus I dikatakan belum berhasil, sehingga perlu dilanjutkan siklus II dengan memfokuskan pembelajaran terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
Pelaksanaan Penelitian ini dideskripsikan sebagai berikut:

1.    Siklus I
1.1.     Tahap Perencanaan
Sesuai dengan ciri khas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang berawal dari permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran yang dihadapai oleh guru. Maka peneliti melaksanakan tahap perencanaan (Planning) yaitu melakukan konsultasi dengan PKS I untuk menentukan silabus, kurikulum dan  RPP dan bekerjasama dengan guru bidang studi dalam menentukan materi pokok pembelajaran serta untuk mengetahui keadaan siswa di sekolah. Adapun materi pokok untuk siklus I adalah Pengetahuan alat-alat gambar, Jenis dan fungsi garis, Pengetahuan proyeksi. Peneliti mempersiapkan format observasi untuk melihat aktivitas dan hasil belajar siswa. Peneliti akan melakukan kolaborasi dengan guru bidang studi untuk melaksanakan tindakan yang telah direncanakan sebelumnya.
1.2.    Tahap Tindakan
Dalam tahap ini, pembelajaran dimulai dengan memperkenalkan materi pelajaran sesuai dengan Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya dengan melakukan tindakan penerapan metode Problem Based Learning. Dalam tahap tindakan pembelajaran ini guru menjelaskan serta mengarahkan siswa dalam diskusi untuk menyatukan permasalahan dan pemahaman mereka dari hasil pembacaan modul yang sudah dibagi. Setelah tindakan selesai, dilakukan evaluasi belajar dengan memberikan tes pilihan berganda. Pada tahap ini peneliti langsung mengawasi dan membimbing siswa serta memberikan penjelasan yang perlu jika terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
    Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan, yaitu:
1.    Hasil aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, dimana aktivitas siswa pada siklus I dengan kategori Tidak Tuntas (TT) adalah sebanyak 13 orang siswa (38,24%), kategori Belum Tuntas (BT) adalah sebanyak 7 orang siswa (20.59%), kategori Cukup (C) sebanyak 9 orang (26.47%), kategori Baik (B) sebanyak 5 orang (14,70%). Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu untuk kategori Tidak Tuntas (TT) dan Belum Tuntas (BT) tidak ada (0%), kategori Cukup (C) 6 orang siswa (17,65%), kategori Baik (B) 20 orang siswa (58,82%) dan kategori Sangat Baik (SB) 8 orang siswa (23.53%).
2.    Rata-rata hasil belajar siswa setelah dilakukan penerapan metode problem based learning adalah mengalami peningkatan, dimana dari siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 68,18% meningkat menjadi 85,44 dengan rata-rata peningkatan penguasaan materi pada siklus I dan siklus II sebesar 17,26%. Dari hasil peningkatan hasil belajar tersebut  berarti bahwa penerapan metode PBL pada mata diklat menggambar teknik dasar mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penerapan metode Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar menggambar teknik dasar siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Tahun Ajaran 2012/2013.
3.    Nilai hasil belajar menggambar teknik dasar dan nilai aktivitas belajar siswa pada mata diklat menggambar teknik dasar merupakan nilai yang terpisah dan berbeda. Sehingga terdapat siswa yang memiliki nilai aktivitas belajar tinggi tetapi tidak terlalu tinggi dalam hasil belajar menggambar teknik dasar dan begitu juga sebaliknya.

B.    Saran
Berdasarkan kesimpuan di atas, saran yang dapat diberikan untuk pelaksanaan penerapan metode pemberian tugas dan resitasi adalah :
1.    Diharapkan kepada guru mata diklat menggambar teknik dasar agar dapat menerapkan metode Problem Based Learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
2.    Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dalam penerapan metode problem based learning ini menggunakan standar kompetensi yang berbeda, media belajar yang lengkap sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan.





file lengkapnya jika berminat silahkan download di :

untuk non member silahkan pilih regular download

15 February 2013

healthy and life style



Foreword


I would like to praise and thank God Almighty nearness of the protection I have completed the task of term papers Indonesian language. With tersusunnya this paper, I hope to contribute specifically thinking of "healthy lifestyle and healthy food" to the readers to what they get, the bias applied in later life.
This paper I lay with comprehensive scope in which mencakupm lifestyle, healthy food, sports how to make healthy food, and others. A rich material that I took from various sources from books, magazines, internet, and electronic media and other sources in accordance with the pembahasa.
Through this book the reader can hopefully realize the importance of a healthy life. In this opportunity I would like to many thanks to Adrienne Mother, S.Pd has taught us how to resolve this paper, I would like to thank classmates IPS4, who gave support and passion for me, and not forgetting the I would like to thank parents who have been praying, and giving encouragement to my spirit to finish this paper.
Nevertheless I realize that this paper, from a total lack of telepas not, untku that all criticisms and suggestions will be accepted untku completion of this paper I. I hope this paper are beneficial to you all. Thank you.




TABLE OF CONTENTS


Foreword

Table of contents

Chapter I Introduction 1
1.1 Purpose 2
1.2 Source data 2

Chapter II Healthy Lifestyle 3
2.1. A diet low in fat and some tips 3
2.2. Quit smoking 4
2.3. Athletics 4
2.4. Lose fat in the lower body 4

Chapter III Healthy Eating nutritious 5
3.1. Of spices, is beneficial for the health of 5
3.2. A balanced diet 5
3.3. Healthy weight 5
3.4. Vegetarian foods prevent disease 6

Chapter IV Conclusion and recommendations 7
4.1. Recommendation 7
4.2. Conclusion 7

Sign Press




CHAPTER I
INTRODUCTION

Consuming a balanced diet is to be organized by the intrinsic fundamental for everyone. Where is the intake of nutrients consumed determine the nutritional health aspects of each individual.
Meaning of "balanced diet" in pembahasa iniialah elaboration have the nutritional content of food per person vary according to sex, age, and other capacity-to-day activity.






















PURPOSE

With the purpose of this book, knowing the intricacies healthy lifestyle and a healthy diet. Thus would be spared from the threat of terrible diseases.
That knows about the dangers of disease posed example, how to make nutritious food, and a true sport.
Besides, to be more cautious of what we buy and consume. Let us resolve to save future generations of our nation not to succumb to disease.


Source of data:
This article writers take from the literature library.


















CHAPTER II
Healthy lifestyles


Healthy lifestyle is a dream for every person. But sometimes people do not bias menahar yourself to do that is not healthy. High cholesterol (hiperkoles - terolemia) was not visible and often not improved subjective, except by doing chek up (blood check) on a regular basis at least 6 Bula once. After consultation with the doctor's health. However, cholesterol should remain controlled with a healthy lifestyle. Low-fat diet, quitting smoking, balanced weight and exercise regularly.
If every effort has been done to achieve LDL remains that proclaimed, then it can be used as an alternative medicine.

2.1. Low-fat diet
Control your cholesterol is not an unbiased means a hearty meal, but reduce or avoid fatty foods. Inside there are three kinds of fatty food that is:
Saturated (saturated fat). These fats found in foods such as eggs kunig, jerohan, and cow brains. Monounsaturated (unsaturated fat with a single chain). These fats are like shrimp and crab. This includes food can be consumed with a limited number. Poliun saturated (polyunsaturated fat). These fats are like fish that comes from the sea (mackerel and tuna). Try not to consume cholesterol foods to more than 300 mg per day.

Tips for doing diet program
Read food labels, and drink that you buy to determine the choice. Do not drink more than two glasses of alcoholic drinks in Sehati limit portion meal, choose non-fat products which would reduce consumption and avoid foods that are foreign.


2.2. Quit smoking
Smoking is a bad habit that one of them could trigger a thickening or narrowing of blood vessels. It is to be noted especially for people with CBC blood vessels work is there a plaque with the blood flow is greatly reduced. Smokers are two to three times more likely to be affected by a stroke in their appeal to non-smokers, and generally suffer clogged arteries in the legs that often leads to cramps during sports.

2.3. The Sports
Athletics good for body health but what sports can effectively help to lower cholesterol? The most effective kind of exercise affects muscles of the body such as the thighs, upper arms, and hips. Perform aerobic exercise, walking, swimming, jogging, cycling, at least 3 times a week 1 hour each. The first 5-10 minutes are used for heating, 30 minutes to exercise and last 10 minutes for cooling.

2.4. Lose fat in the lower body.
White sport drink water and eat healthy, not easy to run all the untku rid of lower body fat, do sports training like 2 times a week heating with 5 minutes of cardio (jogging). Then do the first and second round. Use for skipping rope, and twisting squats, butt and stomach train.









CHAPTER III
Nutritious healthy food

Consume a balanced diet is already organized by the intrinsic fundamental for everyone. Where is the intake of nutrients consumed determine the nutritional health aspects. Each individual. Contaminated food can cause food poisoning. It is caused by bacteria, viruses and parasites.
Prevention of food can bornillness you start, not from home but from supermarkets, markets or stalls where you buy groceries.

3.1. beneficial for the health of spices
Tetumbuhan able to provide more than simply add flavor to food is also maintained body health.
Such as: basil major benefit against cancer, plus cooking tips with oil vinegar salad dressing made untk, coriander leaves. The main benefit, neutralizing bacteria, spice aims to eliminate the effects of salmonella bacteria that often occurs so the source of food poisoning, oregan O. benefit, neutralizing bacteria parsley, benefits of strengthening the immune system, rosemary, benefits and prevent the body from breast cancer.

3.2. A balanced diet
Meaning makaan balanced "in this discussion: is the explanation of those foods that have nutritional content needed according to the nutritional intake of each person vary depending kelain type, age, capacity, and other everyday activities.

3.3. Healthy weight
Healthy weight is to own body weight balanced portion height. Ideal healthy body physically able and invaluable external appearance.
Once you know the weight status, it is important also to know pembatasn caloric requirement can be estimated, according to the status of the calculation of the final result.
3.4. Vegetarian food to prevent disease
Therefore man is not designed to eat meat, do not be so surprised that scares many diseases arise as a result of eating meat, including in it the cancer, diseases such as heart attack, stroke hypertension, and others.
No wonder most of the world's athletes are vegetarian. If someone eat foods that contain a lot of carbohydrates, it will be converted to glucose and stored in the liver (lever) and muscle in the form of glycogen.
























CHAPTER IV
CONCLUSIONS AND SUGGESTIONS


4.1. Suggestion
My advice is, that we must and should take care of her diet and life patterns that are not exposed to prolonged illness and also inform the reader that not indiscriminately buy food.



4.2. Conclusion
Healthy lifestyle is a low-fat diet, quitting smoking, balanced weight and exercise regularly.
Disproportionate weight will cause obesity and raises many diseases and body fat in excess.
Consume a balanced diet is already organized by the intrinsic fundamental for everyone. Consume an unbalanced diet makes a person suffering from food poisoning. It is caused by bacteria, viruses and parasites.











TABLE OF LITERATURE


Trirahmi, Melly. "Sehat.Kartini Lifestyle. Thursday, January 22, 2009
Rulita, Sarina. "Healthy Foods. Shape, Nopember.2008

Troubleshooting Fertility and Infertility



Troubleshooting Fertility and Infertility

Fertility problems and infertility or infertility is an issue that is sensitive enough for couples who have children difficult. Even some cases lead to divorce because of problems like this. If you or your partner is having fertility problems, do not be discouraged because in many cases it can be treated with various therapies and treatments with modern technology. Any therapy that can be done on the married couple's fertility problems?

 

Infertility or infertility
One of the most feared is infertility or infertility are often associated with infertility in one pair. For women, infertility or infertility caused by failure releasing eggs or ovaries can not produce mature eggs. Thus, ovulation does not occur so that the egg does not enter the fallopian tubes which can not cause conception. This condition is referred to as an ovulation disorder. Other causes are closed or blocked fallopian tubes or oviducts. Or the presence of endometriosis or cysts are often known as the uterine lining tissue grows outside the uterus.
As for men, infertility is often caused by the absence of sperm production in the sperm sac. Even if no sperm production, but there are so few that when he entered into the vagina, there is no sperm successfully fertilize an egg.

 Vitro
One method to overcome infertility or infertility is IVF. IVF was first done on a baby girl named Louise Joy Brown in the UK on July 25, 1978. The process is done by taking eggs from the ovaries and the mother together with the father's sperm in a liquid medium in laboratory glassware. Then the egg is fertilized in the laboratory. After the egg is fertilized, about two and a half days later, the egg has divided into eight cells are very small. Then inserted into the uterus or womb to develop normally into a baby. Since then, various therapies and technologies developed to overcome fertility problems in both men and women.
IVF is done by a process known as in vitro fertilization (IVF) or in vitro fertilization. IVF is a momentum for the development of treatment and subsequent therapy for assistive technologies or assisted reproduction reproductive technology (ART). ART includes various treatments for fertility problems. Includes egg from another woman and fertilized to develop in the womb of another woman. 1994 in Italy, a 62-year-old woman who has not had eggs gave birth to a baby from another woman's egg is fertilized by the sperm of her husband. So many methods that can be done to overcome fertility problems.
 Various treatment techniques or Infertility Infertility Problems
 

There are several types of treatment for fertility problems in both men and women. In addition to IVF, the following treatments have also been through a series of research and its success rate is quite satisfactory for couples who have fertility problems.
But before you use one of the methods of treatment of fertility problems, you should make a thorough research first and discuss both the medical experts and the religious leaders. Some religious groups consider some type of method of artificial insemination or in vitro fertilization, including violation of religious law. This is especially if the conception or development of babies in the womb and not the mother who provides the egg or sperm is not used from their own husband. In other words, for some religious groups, if it involves a third party and the media both as donor insemination are not lawful husband or wife, it was a breach of religious law. Because it is a matter of choosing this treatment is a personal decision each couple and need to be discussed in depth.
Before deciding to choose the type of treatment techniques for infertility or infertility issues, you should ask more of the medical experts who deal with your problems. Ask any disadvantages and advantages of each technique for you and a partner. And ask the various risks that can happen to you and your partner. Several types of treatment techniques for infertility or infertility problems who have high success rates of these are:
• Artificial Insemination
Artificial insemination or artificial insemination (often abbreviated as AI) is done by inserting semen containing sperm from the male to the female reproductive organs without the sex or not naturally. Semen containing sperm is taken with certain tools of a husband and then injected into the wife's uterus so that fertilization and pregnancy. Usually the doctor will recommend artificial insemination as a first step before applying any therapy or other types of treatment.


• GIFT (gamete intrafallopian transfer)
GIFT which stands for Gamete intrafallopian transfer is a technique that was introduced in 1984. The goal is to create a pregnancy. The process is done by taking eggs from the ovary or ovaries women are matched with male sperm cells that have been cleaned. By using a tool called a laparoscope, the egg and sperm are brought together is inserted into the fallopian tubes or tubes of women through a small incision in the abdomen through laparoscopic surgery. So expect immediate fertilization and pregnancy.
• IVF (In Vitro Fertilization)
IVF or In Vitro Fertilization is also known as IVF procedure. At first the woman's egg and sperm are fertilized in fertilization media outside a woman's body. Then after fertilization, embryos result which was inserted into the uterus through the cervix.
• ZIFT (Zygote intrafallopian transfer)
Zygote intrafallopian transfer or ZIFT is technique or cell zygote transfer of the fertilized egg. This process is done by collecting eggs from a woman's ovary and fertilized outside her body. Then after the egg is fertilized, put back into the fallopian tubes or tubes through abdominal surgery with laparoscopic surgery. This technique is a combination of IVF and GIFT techniques.
• ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)
ICSI or Intracytoplasmic Sperm Injection is done by inserting a sperm directly into the egg. With this technique, the sperm cells that are less active or not cooked can be used to fertilize an egg.
So you do not need to worry if your partner is experiencing infertility or infertility problems, because everything can be solved with a variety of modern technologies available today.